Saturday, December 29, 2007

Rencana Allah Pasti Indah

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet. Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut "Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini; nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas". Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu semrawut menurut pandanganku.

Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil "Anakku mari kesini dan duduklah di pangkuan ibu". Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.

Kemudian ibu berkata "Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan. Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah, "Allah, apa yang Engkau lakukan ?".

Ia menjawab "Aku sedang menyulam kehidupanmu". Dan aku membantah, "Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah ?". Kemudian Allah menjawab, "Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaan-Ku dibumi ini. Suatu saat nanti Aku akan memanggilmu ke syurga dan mendudukkan kamu di pangkuan-Ku, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisi- Ku". Subhanallah...

Beruntunglah orang-orang yang mampu menjaring ayat indah Allah dari keruwetan hidup di dunia ini. Semoga Allah berkenan menumbuhkan kesabaran dan mewariskan kearifan dalam hati hamba-Nya agar dapat memaknai kejadian-kejadian dalam perjalanan hidupnya, seruwet apapun itu. Amin!!!

Subhanallah, tulisan ini benar-benar membuka pikiran kita bahwa Allah adalah Dzat Yang maha pengatur segala sesuatu di alam ini. Tulisan ini mengingatkan saya bahwa kendati pun manusia punya keinginan, tetapi Allah mempunyai keputusan yang tak mungkin dapat kita ubah. Mari kita senantiasa bertawakkal kepada Nya.

Read more...

Friday, December 21, 2007

Do'a Ketika Ragu

Ya Allah...
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan mejadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan ya Allah... ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi

Tetapi ya Allah...
Seandainya telah Engkau takdirkan...
...Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku

Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti...
Berikanlah aku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya

Dan ya Allah yang tercinta...
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya....

Ya Allah ya Tuhanku...
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini

Ya Allah...
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Dengarlah rintihan dari hambaMu yang naif ini

----------------------------------------
Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Di dunia ini maupun di akhirat
----------------------------------------

Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhai
Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh

Amin... Ya Rabbal 'Alamin

Read more...

Saturday, November 17, 2007

My Favorit Song's

You Mean Everything To Me

You are the answer to my lonely prayer
You are an angel from above
I was so lonely till you came to me
With the wonder of your love.
I don't know how I ever lived before
You are my life, my destiny
Oh my darling, I love you so
You mean everything to me
If you should ever, ever go away
There would be lonely tears to cry
The sun above would be never shine again
There would be teardrops in the sky
So hold me close and never let me go
And say our love will always be
Oh, my darling, I love you so
You mean everything to me

So hold me close and never let me go
And say our love will always be
Oh, my darling, I love you so
You mean everything to me


Love Story

Where do I begin
To tell the story of how great a love can be
The sweet love story that is older than the sea
The simple truth about the love she brings to me
Where do I start

With her first hello
She gave new meaning to this empty world of mine
There’d never be another love, another time
She came into my life and made the living fine
She fills my heart

She fills my heart with very special things
With angels’ songs , with wild imaginings
She fills my soul with so much love
That anywhere I go I’m never lonely
With her around, who could be lonely
I reach for her hand-it’s always there

How long does it last
Can love be measured by the hours in a day
I have no answers now but this much I can say
I know I’ll need her till the stars all burn away
And she’ll be there

How long does it last
Can love be measured by the hours in a day
I have no answers now but this much I can say
I know I’ll need her till the stars all burn away
And she’ll be there


Penjaga Hati

Tak pernah aku impikan
Betapa beratnya meruntuhkan hatimu
Lama sudah ku menunggumu
Seutas harapan tulus cintamu

Tak kan kutemui wanita sepertimu
Tak kan kudapatkan
Rasa cinta ini

Kubayangkan bila Engkau datang
Kupeluk bahagia kan daku
Kuserahkan seluruh hidupku
Menjadi penjaga hatimu

Sering kali ku temukan
Mahkota bertabur intan permata
Meski aku telah terbiasa
Tambatkan hatiku pada wanita oh....


Semoga

Merenungkanmu kini
menggugah haruku
berbagai kenangan berganti
masa yang t'lah lalu
sebenarnya ku ingin
menggali hasrat untuk kembali

Melukiskanmu lagi
di dalam benakku
perlahan terbayang pasti
garis wajahmu
kehangatan cinta kasih
dapat kubaca jelas di situ

Adakah waktu
mendewasakan kita
kuharap masih ada
hati bicara

Mungkinkah saja
terurai satu persatu
pertikaian yang dulu
bagai pintaku
semoga

Lihatlah ku disini
memendam rindu
setiap kuberseru
yang kusebut hanya namamu

Sebenarnya kuingin
menggali hasrat kembali
kuharap agar kau mengerti
semoga



Gerimis


Musim penghujan hadir tanpa pesan
Bawa kenangan lama telah menghilang
Saat yang indah dikau di pelukan
Setiap nafasmu adalah milikku

Surya terpancar dari wajah kita
Bagai menghalau mendung hitam tiba
Ooh... Sekejap badai datang
Mengoyak kedamaian, segala musnah

Lalu... gerimis langitku, menangis...
Kekasih, andai saja kau mengerti
Harusnya, kita mampu lewati itu semua
Dan bukan menyerah untuk berpisah

Sekejap badai datang
Mengoyak kedamaian, segala musnah

Lalu... gerimis langitku, menangis...
Kekasih, andai saja kau mengerti
Harusnya, kita mampu lewati itu semua
Kekasih, andai saja kau sadari
Semua, hanya satu ujian 'tuk cinta kita
Dan bukan alasan untuk berpisah

Kekasih... andai saja... Kekasih...


Menjemput Impian

Indah larik pelangi seusai hujan membuka hari
Samar dirajut mega garis wajahmu lembut tercipta
Telah jauh kutempuh perjalanan
Bawa sebentuk cinta
Menjemput impian

Desau rindu meresap
Kenangan haru kudekap
S’makin dekat tuntaskan penantian
Kekasih, aku pulang
Menjemput impian

Reff:
Kau dan aku jadi satu arungi laut biru
Takkan ada yang kuasa mengusik haluannya
Kau dan aku jadi satu sambut datangku

Bridge:
Sekian lama waktu telah mengurai makna
Cinta kita gemerlap terasah masa
‘Kan kubuat prasasti dari tulusnya janji
Walau apa terjadi tetap tegak berdiri

Back to Reff:

Bersama kita jemput impian…

Read more...

Thursday, August 2, 2007

Album Photo

Read more...

Saturday, July 28, 2007

KISAH SEORANG PENDO’A

Ketika kumohon pada Allah kekuatan, Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat
Ketika kumohon pada Allah kebijaksanaan, Allah memberiku masalah untuk kupecahkan
Ketika kumohon pada Allah kesejahteraan, allah memberiku akal untuk berpikir
Ketika kumohon pada Allah keberanian, Allah memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi
Ketika kumohon pada Allah sebuah cinta, Allah memberiku orang-orang bermasalah untuk kutolong
Ketika kumohon pada Allah bantuan, Allah memberiku kesempatan
Aku tak pernah menerima apa yang kupinta tapi aku menerima segala yang kubutuhkan
Do’aku terjawab sudah

Read more...

Friday, April 20, 2007

Happy Birthday My Little Angle


Happy Birthday..... Happy Birthday..... Happy Birthday..... Shifa...
Entah hari ini aku bahagia atau kecewa ....
Aku bahagia karena Malaikat kecil ku tepat tanggal 20 April 2007 berusia 3 tahun, tapi aku kecewa, sedih disetiap ulang tahun Ashifa aku tidak pernah selalu di samping nya, but this is the real life ....

Apa yang harus aku lakukan ....?
Aku tidak tau harus berbuat apalagi untuk melihat, mendengar, apalagi memeluk malaikat kecil ku itu .... dinding-dinding penghalang itu terlalu kokoh.. bukan aku tidak mau atau tidak mampu untuk menghancurkan dinding itu, tapi aku capek !! dihari ku yang hampir menginjak 30 ini aku ingin hidup ku damai, tenang sampai ku menutup mata.....

Doa ku kepada Mu ya Robbi

Hai Tuhan Yang Menguasai Langit dan Bumi ...
Allah yang membolak-balik kan hati manusia ....
Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang....
Hanya kepada Mu aku menyembah dan hanya Kepada Mu aku meminta pertolongan..
Ya Allah Pertemukan lah aku dengan orang yang sangat aku sayangi ...
Pertemukan lah aku dengan malaikat kecil ku, malaikat yang selalu memberikan ketegaran disaat aku susah. malaikat yang memberikan aku ketenangan di saat aku gundah......
Aku mohon ya Allah Peliharalah Ashifa jadi anak yang baik, sholeha, pintar, cantik, berbudi luhur jauh dari sifat kedua orang tuanya yang angkuh...
Jadikan lah dia anak yang berguna bagi Mu...... jadikanlah setiap desahan nafas anak ku adalah ridho Mu, dan jadikan pula setiap langkah kaki anak ku atas kemauan Mu..
Aku tau ya Allah, Engkau pasti menginginkan sesuatu di balik semua cerita ini...
Aku ridho... Aku ridho Ya Allah atas semua keputusan Mu
Amin Ya Robbal Alamin

Read more...

Tuesday, March 27, 2007

28 Maret 2006


Hari ini, hari yang sangat menyenangkan dalam hidup ku, betapa tidak aku mendapat kan poto anak ku Ashifa yang terbaru, thanks buat Allah. SWT yang masih sayang kepada ku memberikan limpahan karunia dan nikmat sehingga aku bisa tegar berdiri diatas batu-batu krikil yang tajam. thanks juga buat pemberi poto (jangan ada dendam antara kita), thanks buat someone yang selalu memberi support motivasi (jalan masih terlalu jauh..) semoga yang Kuasa selalu meridhoi kita, thanks for my Mom u are is the best in my life dan semua keluarga ku.., tanpa kalian aku bukan lah siapa-siapa....

Pesan Buat Malaikat Kecil Ku

Anak ku tersayang, ayah juga tidak tau sayang bagaimana pesan ini bisa sampai kepadamu, dan kalaupun ada orang yang bisa menyampaikan pesan ini kepada mu, ayah juga masih tidak tau apakah benar pesan ini bisa sampai ketelinga mu .... Tidak pernah terlintas di benak ayah sedikitpun untuk menyia-nyiakan Engkau, kenapa Ashifa kami beri nama Ashifa Nurul Ilmi, karena ayah tau nak.. Ashifa adalah pengobat, pengobat segala untuk ayah, dikala ayah putus asa ayah ingat ada seseorang malaikat kecil yang selalu menunggu ayah, dikala ayah sedih ayah masih bisa tersenyum apabila ingat poto ashifa, Ayah tau nak ayah bukan lah orang tua yang baik buat Ashifa tapi ayah tidak bisa berbuat apa-apa... biar Allah yang tau apa yang telah dan akan ayah lakukan untuk membagiakan mu...

Hidup ini kejam anak ku, kelak ayah ingin ashifa jadi anak yang tegar, karena dari kecil Ashifa memang sudah di didik untuk itu, maaf sayang ayah tidak tau kapan Ashifa sakit, kapan ashifa nangis, kapan ashifa bahagia.....
Ayah tau kelak Ashifa akan menjadi anak yang cantik, cerdas...... tapi ayah tidak tau 17 tahun kedepan bagaimana Ahlak Seorang Ashifa Nurul Ilmi, tuntutlah Ilmu agama setinggi mungkin, jangan kau kejar dunia mu, kejarlah Akhirat mu karena dunia mu akan mengikuti mu dari belakang.... to be continue

Read more...

Kekayaan, Kesuksesan, dan Kasih Sayang

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.

Wanita itu berkata: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut". Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang?" Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar". "Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami mu kembali", kata pria itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini". Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.

"Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama", kata pria itu hampir bersamaan. "Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran. Salah seseorang pria itu berkata, "Nama dia Kekayaan," katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, dan "sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-sayang. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu."

Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. "Ohho...menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan."

Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, "Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita."

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih-sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang."

Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk si Kasih-sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih-sayang menjadi teman santap malam kita." Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. "Siapa diantara Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini."

Si Kasih-sayang bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. "Aku hanya mengundang si Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga? Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. "Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih-sayang, maka, kemana pun Kasih-sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih-sayang, maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta.

Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih-sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini."

Read more...

Tuesday, March 20, 2007

Antara lobak, Telur dan Kopi

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan bertanya mengapa hidup ini terasa begitu sukar dan menyakitkan baginya. Dia tidak tahu bagaimana untuk menghadapinya dan hampir menyerah kalah dalam kehidupan. Setiap kali satu masalah selesai, timbul pula masalah baru.

Ayahnya yang bekerja sebagai tukang masak membawa anaknya itu ke dapur. Dia mengisi tiga buah periuk dengan air dan menjerangkannya diatas api. Setelah air didalam ketiga periuk tersebut mendidih, dia memasukkan lobak merah didalam periuk pertama, telur dalam periuk kedua dan serbuk kopi dalam periuk terakhir.

Dia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak tertanya-tanya dan menunggu dengan tidak sabar sambil memikirkan apa yang sedang dilakukan oleh ayahnya. Setelah 20 minit, si ayah mematikan api.

Dia menyisihkan lobak dan menaruhnya dalam mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya dalam mangkuk yang lain dan menuangkan kopi di mangkuk lain.

Lalu dia bertanya kepada anaknya, "Apa yang kau lihat, nak?" "Lobak, telur dan kopi", jawab si anak. Ayahnya meminta anaknya merasa lobak itu. Dia melakukannya dan berasa bahawa lobak itu sedap dimakan.

Ayahnya meminta mengambil telur itu dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, dia dapati sebiji telur rebus yang isinya sudah keras.

Terakhir, ayahnya meminta untuk merasa kopi. Dia tersenyum ketika meminum kopi dengan aromanya yang wangi. Setelah itu, si anak bertanya, "Apa erti semua ini, ayah?" Ayah menerangkan bahawa ketiga-tiga bahan itu telah menghadapi kesulitan yang sama,
direbus dalam air dengan api yang panas tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeza.

Lobak sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, lobak menjadi lembut dan mudah dimakan. Telur pula sebelumnya mudah pecah dengan isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras.

Serbuk kopi pula mengalami perubahan yang unik. Setelah berada didalam rebusan air, serbuk kopi mengubah warna dan rasa air tersebut.
"Kamu termasuk golongan yang mana? Air panas yang mendidih itu umpama kesukaran dan dugaan yang bakal kamu lalui. Ketika kesukaran dan kesulitan itu mendatangimu, bagaimana harus kau menghadapinya ?

Apakah kamu seperti lobak, telur atau kopi ?" tanya ayahnya.

Bagaimana dengan kita ? Apakah kita adalah lobak yang kelihatan keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kita menyerah menjadi lembut dan kehilangan kekuatan. Atau, apakah kita adalah telur yang pada awalnya memiliki hati lembut, dengan jiwa yang dinamis ? Namun setelah adanya kematian, patah hati, perpisahan atau apa saja cabaran dalam kehidupan akhirnya kita menjadi menjadi keras dan kaku.

Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kita menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku? Atau adakah kita serbuk kopi ? Yang berjaya mengubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasa yang maksimum pada suhu 100 darjah celcius.

Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi akan terasa semakin nikmat.
Jika kita seperti serbuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk atau memuncak, kita akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan disekitar kita juga menjadi semakin baik.

Samalah halnya dengan serbuk kopi yang berjaya mengubah air panas yang membakarnya menjadikan ia lebih sedap dan enak untuk diminum.
Antara lobak, telur dan kopi, kita yang mana?

Read more...

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP